Anda akan
sangat beruntung membaca tulisan ini, seperti baru mendapatkan ilham setelah
sekian lama menemukan jalan buntu. Meskipun tulisan ini agak membosankan.
Malam ini rasanya sangat lelah
sekali, saya baru pulang dari buah batu, tepatnya di SMKN 4 Bandung, tempat
dimana ujian Universitas Terbuka diselenggarakan. Berkendara sejauh 40 KM
rupanya sangat melelahkan. Tubuh ini menjadi terasa sangat lemas sekali,
rasanya ingin sekali berbaring ditempat tidur dan sesegera mungkin menutup mata
dan memasuki kondisi delta agar tubuh yang lemas ini bias di pulihkan kembali.
Akhirnya antara sadar dan tak sadar, saking
lelahnya tubuh ini ku baringkan di kursi tamu. Entah kenapa saat itu tubuh
menjadi terasa semakin lemas bahkan lebih lemas dari sebelumnya, bahkan
mengangkat tangan pun susahnya minta ampun, saking lemasnya. Padahal barusan tidak
selemas itu, buktinya saya masih bisa mengendarai motor dan mendorongnya ke
dalam rumah (maklum.. tak punya tarasi, eh garasi).
Saat itu saya jadi berpikir, kenapa
saat tubuh dibaringkan, seluruh tubuh menjadi terasa sangat semakin lelah dan
lemas. Yang ada di pikiran saya saat itu adalah tidur, tidur dan tidur. Pikiran
saya tidak bisa berfokus pada hal lain selain ingin tidur. Namun
saya belum bisa tidur, karena harus melaksanakan sholat isya. Setengah jam kemudian, saya
memaksakan tubuh saya bangun untuk melaksanakan shalat isya. Ajaibnya ketika fokus
saya beralih kepada melaksanakan sholat isya, tubuh saya seperti dengan sendirinya
menjadi terkondisikan untuk melaksanakan sholat isya. Tubuh
terasa normal kembali, semua rasa lelah, lemas dan kantuk tanpa saya sadari menjadi
hilang. Kemudian setelah selesai sholat saya memutuskan untuk tidur, dan
ajaibnya perasaan lemas, lelah dan kantuk menjadi datang kembali bahkan sebelum
saya membaringkan tubuh di tempat tidur.
Inikah yang disebut The Power Of Focus?
The power of
fokus. Saya pernah bahkan sering mendengar para motivator mengatakan “FOKUS! FOKUS!
FOKUS! Sejak saya mulai bisa berkomunikasi, saya sudah “merasa mengerti” apa
arti/makna dari fokus itu. Jadi ketika Tung Desem Waringin dan para pakar
pengembangan diri lain mengatakan FOKUS! Saya serasa sudah mengerti dan tidak
perlu mendengarkan kata-kata mereka lagi.
Sekarang,
ketika mendengar kata fokus, saya jadi teringat kata-kata yang lain seperti ”Anchoring,
subconsious, power of mind, energi psi” perlu butuh waktu menjelaskan hubungan
fokus dengan kata-kata tersebut, jadi lain kali aja ya!
Kembali ke
tangtop! Eh.. laptop!
Ketika saya
mengendarai motor menuju pulang, tanpa saya sadari pikiran saya hanya berfokus
pada 1 hal, yaitu “MENGENDARAI MOTOR” sehingga secara otomatis atau dengan
sendirinya seluruh tubuh menjadi terkondisikan untuk mengendarai motor. Mata menjadi
lebih siaga, tangan selalu siap kapan harus menginjak rem, kapan harus tancap
gas, kapan harus nabrak dagangan orang. Yang terakhir enggak ya..
Ketika saya
sampai dirumah dan membaringkan tubuh di kursi, secara otomatis seluruh tubuh
saya menjadi terkondisikan untuk istirahat. Sehingga pikiran saya hanya
berfokus pada “istirahat” semua kesiagaan mata saat mengendarai motor menjadi
hilang. Apa yang biasa terjadi saat istirahat? Nafas menjadi lambat, pikiran
menjadi tenang, seluruh tubuh menjadi lemas. Maka itulah yang akan terjadi
ketika pikiran saya beralih fokus dari siaga ke istirahat, secara otomatis
seluruh tubuh menjadi terkondisikan untuk mendukung apa yang menjadi fokus saat
ini.
Mengerti maksud saya? Jangan panik! Saya tidak
bermaksud apa-apa kok…
Dengan FOKUS anda bisa berlari 200 KM/Jam dan melompati sungai selebar 3
Meter padahal anda bukan pelari dan bukan pelompat. RAHASIANYA???
Pernahkah
anda dikejar anjing? Entah kenapa saat anda dikejar anjing galak yang lapar,
tiba-tiba anda menjadi bisa berlari sangat kencang sekali. Bahkan melebihi
mobil yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.
Jawabannya adalah
FOKUS!
Apakah ketika
anda dikejar anjing anda memikirkan sedang bermesraan dengan pacar anda? Sedang
makan makanan yang enak? Atau anda memikirkan hutang-hutang anda? Tentu tidak
kan?
Satu-satunya
yang ada di benak anda adalah SELAMAT DARI GIGITAN ANJING. Itulah fokus anda. Pada
saat anda dikejar anjing, Critical factor di pikiran anda menjadi tidak aktif
dengan sendirinya. Bahkan ketika anda berlari 200 KM/jam saat dikejar anjing. Anda
tak sempat lagi mengeluarkan alasan-alasan misalnya “saya kan bukan pelari,
baru jalan kaki beberapa puluh meter saja sudah ngos-ngosan” atau alasan lain
yang membuat anda down.
Contoh kasus yang lain: Seorang ibu mendadak bisa mengangkat mobil
setelah mengetahui anaknya tergeletak tak berdaya dibawah mobil tersebut.
Apakah si ibu
seorang binaragawati? Apakah si ibu pernah belajar tenaga dalam? TIDAK!
Satu-satunya
yang ada di pikiran si ibu tersebut adalah “bagaimana menyelamatkan anaknya”
dia tidak berpikir-pikir lagi bahwa dia terlahir sebagai wanita yang selalu di
cap sebagai makhluk feminim yang lemah. Artinya critical factor nya menjadi
tidak aktif. Si ibu pun bisa menyelamatkan anaknya dari kolong mobil.
Saya yakin anda pun pernah
mengalaminya dengan kasus yang lain, misalnya saat anda marah anda tiba-tiba
bisa menendang pintu hingga terlepas. Atau menjadi tega memukuli orang yang
paling anda cintai, atau hal lainnya.
Sebenarnya saya
hanya ingin membahas kalimat yang sering diucapkan para hipnoterapis
FOKUS PADA PENYELESAIAN MASALAH, BUKAN PADA MASALAHNYA!
Selama ini
saya dibuat bingung dengan pernyataan tersebut. Maksudnya apa? Saya sudah fokus
kok! Kenapa saya masih gagal?
jika anda
punya mimpi, katakanlah mimpi anda adalah ingin memiliki rumah sendiri. Maka fokuskanlah
pikiran anda pada ”bagaimana mendapatkan rumah tersebut” jangan sekali-kali berfokus pada masalah anda,
misalnya. Sayakan miskin.. Pengangguran.. tidak tau menahu soal beli atau
bangun rumah… dll.
Jika
anda berfokus pada “bagaimana mendapatkan rumah” maka secara otomatis/dengan
sendirinya, pikiran, tubuh dan seluruh lingkungan anda akan menjadi
terkondisikan untuk meraih impian anda mendapatkan rumah sendiri. Percaya!
(ingat-ingat kembali contoh-contoh kasus diatas!)
Misalnya:
anda tiba-tiba memiliki semangat kerja menggebu-gebu, atau memiliki banyak ide
bisnis yang sangat brilian. Anda tiba-tiba menjadi termotivasi menjadi seorang
enterpreneur, dan lain sebagainya sehingga membuat anda memiliki cukup uang
untuk membeli rumah.
Atau yang
asalnya anda pemalu, tiba-tiba menjadi
sangat berani dan penuh percara diri dengan sangat ajaib, perubahan yang sangat
drastis seperti ketika anda mendadak berani melompati sungai selebar 3 meter
saat dikejar anjing.
Jadi FOKUSKANLAH
pikiran anda pada apa yang ingin anda capai, bukan pada masalah anda!
Anda boleh
memiliki alasan, asalkan anda jangan berfokus pada alasan tersebut. Berfokuslah
pada tujuan anda.

