SELAMAT DATANG DI BLOG SANI KURNIA. SILAKAN MELIHAT-LIHAT, SEMOGA BERMANFAAT!

Senin, 21 Mei 2012

The Power Of Focus


Anda akan sangat beruntung membaca tulisan ini, seperti baru mendapatkan ilham setelah sekian lama menemukan jalan buntu. Meskipun tulisan ini agak membosankan.

Malam ini rasanya sangat lelah sekali, saya baru pulang dari buah batu, tepatnya di SMKN 4 Bandung, tempat dimana ujian Universitas Terbuka diselenggarakan. Berkendara sejauh 40 KM rupanya sangat melelahkan. Tubuh ini menjadi terasa sangat lemas sekali, rasanya ingin sekali berbaring ditempat tidur dan sesegera mungkin menutup mata dan memasuki kondisi delta agar tubuh yang lemas ini bias di pulihkan kembali.

Akhirnya antara sadar dan tak sadar, saking lelahnya tubuh ini ku baringkan di kursi tamu. Entah kenapa saat itu tubuh menjadi terasa semakin lemas bahkan lebih lemas dari sebelumnya, bahkan mengangkat tangan pun susahnya minta ampun, saking lemasnya. Padahal barusan tidak selemas itu, buktinya saya masih bisa mengendarai motor dan mendorongnya ke dalam rumah (maklum.. tak punya tarasi, eh garasi).

Saat itu saya jadi berpikir, kenapa saat tubuh dibaringkan, seluruh tubuh menjadi terasa sangat semakin lelah dan lemas. Yang ada di pikiran saya saat itu adalah tidur, tidur dan tidur. Pikiran saya tidak bisa berfokus pada hal lain selain ingin tidur. Namun saya belum bisa tidur, karena harus melaksanakan sholat isya.  Setengah jam kemudian, saya memaksakan tubuh saya bangun untuk melaksanakan shalat isya. Ajaibnya ketika fokus saya beralih kepada melaksanakan sholat isya, tubuh saya seperti dengan sendirinya menjadi terkondisikan untuk melaksanakan sholat isya. Tubuh terasa normal kembali, semua rasa lelah, lemas dan kantuk tanpa saya sadari menjadi hilang. Kemudian setelah selesai sholat saya memutuskan untuk tidur, dan ajaibnya perasaan lemas, lelah dan kantuk menjadi datang kembali bahkan sebelum saya membaringkan tubuh di tempat tidur.


Inikah yang disebut The Power Of Focus?
The power of fokus. Saya pernah bahkan sering mendengar para motivator mengatakan “FOKUS! FOKUS! FOKUS! Sejak saya mulai bisa berkomunikasi, saya sudah “merasa mengerti” apa arti/makna dari fokus itu. Jadi ketika Tung Desem Waringin dan para pakar pengembangan diri lain mengatakan FOKUS! Saya serasa sudah mengerti dan tidak perlu mendengarkan kata-kata mereka lagi.

Sekarang, ketika mendengar kata fokus, saya jadi teringat kata-kata yang lain seperti ”Anchoring, subconsious, power of mind, energi psi” perlu butuh waktu menjelaskan hubungan fokus dengan kata-kata tersebut, jadi lain kali aja ya!

Kembali ke tangtop! Eh.. laptop!
Ketika saya mengendarai motor menuju pulang, tanpa saya sadari pikiran saya hanya berfokus pada 1 hal, yaitu “MENGENDARAI MOTOR” sehingga secara otomatis atau dengan sendirinya seluruh tubuh menjadi terkondisikan untuk mengendarai motor. Mata menjadi lebih siaga, tangan selalu siap kapan harus menginjak rem, kapan harus tancap gas, kapan harus nabrak dagangan orang. Yang terakhir enggak ya..

Ketika saya sampai dirumah dan membaringkan tubuh di kursi, secara otomatis seluruh tubuh saya menjadi terkondisikan untuk istirahat. Sehingga pikiran saya hanya berfokus pada “istirahat” semua kesiagaan mata saat mengendarai motor menjadi hilang. Apa yang biasa terjadi saat istirahat? Nafas menjadi lambat, pikiran menjadi tenang, seluruh tubuh menjadi lemas. Maka itulah yang akan terjadi ketika pikiran saya beralih fokus dari siaga ke istirahat, secara otomatis seluruh tubuh menjadi terkondisikan untuk mendukung apa yang menjadi fokus saat ini.

Mengerti maksud saya? Jangan panik! Saya tidak bermaksud apa-apa kok…

Dengan FOKUS anda bisa berlari 200 KM/Jam dan melompati sungai selebar 3 Meter padahal anda bukan pelari dan bukan pelompat. RAHASIANYA???
Pernahkah anda dikejar anjing? Entah kenapa saat anda dikejar anjing galak yang lapar, tiba-tiba anda menjadi bisa berlari sangat kencang sekali. Bahkan melebihi mobil yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

Jawabannya adalah FOKUS!
Apakah ketika anda dikejar anjing anda memikirkan sedang bermesraan dengan pacar anda? Sedang makan makanan yang enak? Atau anda memikirkan hutang-hutang anda? Tentu tidak kan?

Satu-satunya yang ada di benak anda adalah SELAMAT DARI GIGITAN ANJING. Itulah fokus anda. Pada saat anda dikejar anjing, Critical factor di pikiran anda menjadi tidak aktif dengan sendirinya. Bahkan ketika anda berlari 200 KM/jam saat dikejar anjing. Anda tak sempat lagi mengeluarkan alasan-alasan misalnya “saya kan bukan pelari, baru jalan kaki beberapa puluh meter saja sudah ngos-ngosan” atau alasan lain yang membuat anda down.

Contoh kasus yang lain: Seorang ibu mendadak bisa mengangkat mobil setelah mengetahui anaknya tergeletak tak berdaya dibawah mobil tersebut.

Apakah si ibu seorang binaragawati? Apakah si ibu pernah belajar tenaga dalam? TIDAK!
Satu-satunya yang ada di pikiran si ibu tersebut adalah “bagaimana menyelamatkan anaknya” dia tidak berpikir-pikir lagi bahwa dia terlahir sebagai wanita yang selalu di cap sebagai makhluk feminim yang lemah. Artinya critical factor nya menjadi tidak aktif. Si ibu pun bisa menyelamatkan anaknya dari kolong mobil.

Saya yakin anda pun pernah mengalaminya dengan kasus yang lain, misalnya saat anda marah anda tiba-tiba bisa menendang pintu hingga terlepas. Atau menjadi tega memukuli orang yang paling anda cintai,  atau hal lainnya.

Sebenarnya saya hanya ingin membahas kalimat yang sering diucapkan para hipnoterapis
FOKUS PADA PENYELESAIAN MASALAH, BUKAN PADA MASALAHNYA!

Selama ini saya dibuat bingung dengan pernyataan tersebut. Maksudnya apa? Saya sudah fokus kok! Kenapa saya masih gagal?

jika anda punya mimpi, katakanlah mimpi anda adalah ingin memiliki rumah sendiri. Maka fokuskanlah pikiran anda pada ”bagaimana mendapatkan rumah tersebut”  jangan sekali-kali berfokus pada masalah anda, misalnya. Sayakan miskin.. Pengangguran.. tidak tau menahu soal beli atau bangun rumah… dll.

Jika anda berfokus pada “bagaimana mendapatkan rumah” maka secara otomatis/dengan sendirinya, pikiran, tubuh dan seluruh lingkungan anda akan menjadi terkondisikan untuk meraih impian anda mendapatkan rumah sendiri. Percaya! (ingat-ingat kembali contoh-contoh kasus diatas!)

Misalnya: anda tiba-tiba memiliki semangat kerja menggebu-gebu, atau memiliki banyak ide bisnis yang sangat brilian. Anda tiba-tiba menjadi termotivasi menjadi seorang enterpreneur, dan lain sebagainya sehingga membuat anda memiliki cukup uang untuk membeli rumah.

Atau yang asalnya anda pemalu, tiba-tiba menjadi sangat berani dan penuh percara diri dengan sangat ajaib, perubahan yang sangat drastis seperti ketika anda mendadak berani melompati sungai selebar 3 meter saat dikejar anjing.

Jadi FOKUSKANLAH pikiran anda pada apa yang ingin anda capai, bukan pada masalah anda!
Anda boleh memiliki alasan, asalkan anda jangan berfokus pada alasan tersebut. Berfokuslah pada tujuan anda.
Subscribe via Email
Copyright (c) 2009-2012 Blog Sani Kurnia. Design by Premium Blogger Templates.

Themes Lovers and Download Blogger Templates.